Titrasi Diazotasi


Komentar

  1. Dari penjelasan anda saya menghighlight bagian kalimat "reaksi diazotasi dilakukan dengan mereaksikanNaNO2, bismut (III) nitrat pentahidrat (Bi(NO3)3.5H2O) sebagai katalis, dan β-naftol sebagai agen pengkopling untuk membentuk senyawa azo yang berwarna merah-ungu dan absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 554 nm." dan berdasarkan jurnal yang saya baca saya menemukan informasi bahwa "metode analisis kloramfenikol secara spektrofotometri UV-Vis dengan prinsip reaksi diazotasi, dimana terbentuk senyawa azo yang berwarna violet yang dapat dideteksi pada panjang gelombang 560-568
    nm" pertanyaan saya adalah Apakah ada pengaruh panjang gelombang absorbansi yang berbeda pada spektrum UV-Vis yang diukur pada panjang gelombang 554 nm ditetapkan sebagai parameter untuk digunakan karena memberikan hasil terbaik atau ada alasan lain yang mendasar?

    BalasHapus
  2. Untuk jawaban anda saya tidak dapat menemukan jurnal atau referensi yang terkait, tetapi jika mengenai reaksi yang berjalan di dalam suhu rendah saya pernah melakukan percobaan atau praktikum yang dimana reaksi harus berlangsung dalam suhu dingin dimana sebelum larutan dititrasikan, sampel akan diletakan di batu es terlebih dahulu. Karena saya sendiri merasakan bahwa sebelum sampel dilarutkan dengan H2SO4 dan sesudah terjadi perbedaan suhu, di mana sebelum ditambahkan H2SO4 terasa normal, tetapi setelah diberikan H2SO4 larutan sampel terasa panas. Menurut sepengetahuan saya, reaksi yang terjadi merupakan jenis reaksi eksoterm. Jika kita berbicara mengenai suhu, tentu suhu memengaruhi sifat fisik dan kimia dari suatu larutan. Sehingga, jika ditanya perbedaannya tentu ada karena hasil spektroskopi Uv Vis berpengaruh pada struktur kimia dari suatu sampel

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar